Pemerintah Blokir Situs Porno adalah Keputusan Yang Salah! - Pandangan Pribadi

Hai guys, kalian sudah sadar bahwa situs porno sudah di blokir oleh pemerintah, bahkan pemerintah tidak tangung tangung mengeluarkan dana 15 Milyar Rupiah, gila dana yang banyak banget, cukup buat beli rumah, mobil dan banyak hal lainnya, itupun jika gak dikorupsi sama anggota pemerintah gak bertanggung jawab.

https://nasional.tempo.co/read/701319/begini-cara-kementerian-kominfo-blokir-situs-terlarang/full&view=ok


kenapa menurut saya keputusan pemerintah dalam memblokir situs porno itu adalah keputusan yang salah? mari kita berbicara fakta.

Makin dilarang, Makin Beringas.
Benarkan? semakin dilarang bahkan penikmat pornography masih banyak, bahkan bertambah banyak, meski di blok masih banyak aplikasi vpn dan hide ip yang bisa mengakali hal tersebut. Intinya dana 15 Milyar dinodai oleh Aplikasi 2 MB.

Masih banyak Daerah yang belum mendapatkan Koneksi.
Di kampung halaman saya, koneksi 3G bisa didapatkan di akhir tahun 2016, bayangkan guys, saya dirumah saya, selama hampir 4-5 tahun hanya mengandalkan koneksi Edge, yang bahkan orang lain sudah mendapatkan koneksi HSPA+. Bahkan dibeberapa daerah masih belum terjangkau sinyal. Jika dana 15 Milyar tadi di alokasikan untuk menambah infrastruktur telekomunikasi, maka akan sangat bermanfaat.
Filterisasi Masih Buruk.
Bahkan di sinetron yang mungkin di awasi oleh KPI, masih menampilkan adegan ranjang. sialan, bahkan anime Naruto aja disensor, Sandy di Spongebob pun disensor, siapa yang nafsu sama tupai?
https://www.instagram.com/hits_dan_viral/
Semakin saya bahas masalah ini, semakin pusing saya, kenapa? karena pemerintah masih saja menguruskan masalah politik dan kemenangan pribadi, masalah rakyat masih di hiraukan, semua politik dan politik, bahkan berita semuanya politik, padahal indonesia itu luas. 

 


 

0 Response to "Pemerintah Blokir Situs Porno adalah Keputusan Yang Salah! - Pandangan Pribadi"

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel