Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hands On SSD Samsung Evo 850 - ASUS K401UQ


Setelah sekian lama saya merasakan bagaimana lambatnya Hardisk dilaptop saya ini, akhirnya saya memutuskan untuk membeli sebuah SSD. 

Saya membeli Samsung Evo 850 SSD dengan kapasitas storage 250 GB di Bandung Electronic Center dengan Harga Rp.1.320.000, kenapa mahal?, pada waktu tersebut harga SSD masih terbilang cukup mahal, bahkan yang 120 GB saja masih dihargai sekitar Rp.700.000 an, jadi saya enggak terlalu protes ketika mengeluarkan uang tersebut. 

Unboxing dan Apa Saja di dalam Box-nya

Ukuran box nya sendiri cukup mini, ringan dan tidak terlalu ribet, tampilannya cukup minimalis tanpa ada banyak hal yang ditampilkan. 


Sedangkan ketika kita buka box tersebut, kita akan menemukan sebuah Samsung Evo 850 SSD bersamaan dengan disk software Samsung Magician. 


Proses Pemasangan

Setelah saya kembali ke the kost waktu itu, saya langsung saja bongkar bagian belakang laptop saya, disini saya menggunakan Asus K401UQK, yang artikel reviewnya mungkin akan saya tulis di blog ini juga. 

Proses pemasangannya sendiri tidak terlalu sulit, cukup buka baut yang menahan Harddisk lama dan ganti saja Harddisk tersebut dengan SSD yang baru. 




Setelah pemasangan selesai, langsung saja saya tutup kembali bagian bawah laptop saya ini, dan selanjutnya tinggal persiapkan proses Instalasi Windows 10 yang saya miliki. 

Proses Instalasi Windows 10 Pro

Sedikit membahas bagian ini, saya tidak melakukan cloning dari Harddisk ke SSD, semua ini karena saya bermaksud untuk mendapatkan pengalaman instalasi Windows 10 1803 dari awal, clean dan tanpa aplikasi apapun, sehingga saya bisa mendapatkan performa maksimal dalam Windows 10 ini. 

Review Singkat Samsung Evo 850

Ada beberapa bagian yang saya suka dari SSD ini, yang pertama adalah ukurannya yang ringkas dan beratnya yang ringan, jika dibandingkan dengan Harddisk 1 TB yang saya gunakan sebelumnya, saya rasa berat laptop saya sedikit berkurang, dan itu tentu cukup bagus mengingat saya sering berpergian dari the kost ke kampus tempat saya menimba ilmu. 

Dari segi performa, saya tidak ragu lagi, saya sudah tahu dan paham betul bahwa SSD lebih cepat dari HDD, bahkan ketika proses instalasi Windows 10 pun, rasanya cukup singkat, untuk booting hanya memerlukan waktu kurang dari 15 detik saja sampai semuanya siap untuk digunakan. 

Hal lain yang saya perhatikan adalah, laptop saya tidak berisik lagi, kecuali kipas yang berputar, tidak ada suara piringan yang berputar, dan tentu itu sedikit menyenangkan apalagi untuk mendengarkan suara kesunyian. 



Setelah penutup laptop terbuka, langsung saja saya lepaskan Hardisk lama saya, dan dipasangkan dengan SSD yang baru saja saya beli.
Setelah selesai, saya tutup kembali, dan langsung saya Instal Windows 10 dengan cara yang biasa, beserta Driver dan Program pendukung lainnya.

Benchmark Test 

Sebagai pemuas rasa penasaran, saya mencoba melakukan benchmark test menggunakan Samsung Magician, hasilnya tidak sedikitpun mengecewakan. 


Sebuah Penyesalan

Jika saya bertahan menggunakan Harddisk yang lambat selama 6 bulan saja, harga SSD sudah turun drastis, dimana dengan harga yang sama, saya sudah bisa mendapatkan Samsung Evo 860 dengan kapasitas storage 500 Gb. 

Tentu disini saya cukup menyesal, namun apa daya, jika nasi sudah menjadi bubur, saya tidak bisa mengembalikannya menjadi beras. Saya terima apa adanya, terima rasa senang dan sedihnya. 

Sekian dari artikel saya kali ini, kedepannya saya akan usahakan untuk lebih banyak menulis artikel seperti ini. 
Gylang Satria
Gylang Satria Part of WinPoin . Don't forget to follow my Twitter @gylang_satria. Also, you can visit my other blog at www.gylang.my.id

Post a Comment for " Hands On SSD Samsung Evo 850 - ASUS K401UQ"