Akhirnya Saya Berhenti Menggunakan Software Bajakan!

Sudah lama memang, saya berniat untuk hijrah dari software bajakan, meski memang saya sudah membeli lisensi beberapa produk, seperti Windows 10 Pro, Kaspersky Internet Security dan Microsoft Office 2016 dan 2019, saya masih menggunakan beberapa produk bajakan, sebut saja Photoshop dan Premiere.


Semejak saya benar benar melakukan Downgrade Primary OS ke Windows 10 1803, saya hanya menginstal software dengan lisensi yang benar benar saya punya saja, dan sisanya saya instal dengan software Gratisan. Ada beberapa alasan yang saya akan tetap pertahankan untuk terus menggunakan Software original, yang mungkin akan menjadikan alasan bagi kamu para pembaca, kenapa kamu juga harus menggunakan software Original. Berikut diantaranya:

1#. Keamanan

Dengan maraknya kasus Ransomware di Internet, saya jadi takut untuk menggunakan Crack dan Patch, tentu saja dengan menggunakan dua tools tersebut, biasanya si situs penyedia akan meminta kita mematikan Antivirus yang mereka bilang "Fake Alert" terhadap crack tersebut, padahal bohong banget. Dari sekian banyaknya thread yang saya temukan di Grup Facebook, banyak kasus dimana orang orang mengalami kerusakan akibat Ransomware dari Crack dan Patch yang disediakan di berbagai situs, misalkan saja ba***31.***. 

Sumber Resmi: Grup Facebook Teknisi Komputer Indonesia

2#. Tidak Mau Jadi Maling!

Saya sebagai software engineer, saya tahu bikin karya sebuah aplikasi itu susah banget, dan masa deh, saya sebagai orang yang benar benar tahu rasanya membuat aplikasi itu susah tidak menghargai karya orang lain dan mencuri produk digital mereka, dengan cara menggunakan aktivator ilegal. Itu sama saja dengan Maling sialan yang kemarin maling kosan temen saya. 


3#. Biar Berkah

Dikampus saya ada seorang pemuda hijrah, namun dia tetap memakai software ilegal, lalu hukumnya gimana? apakah akan berkah? entahlah biarkan tuhan menilainya, namun bagi saya sendiri, saya ingin menjalani hidup lebih nyaman dengan menggunakan software original, misalkan saja saya bikin skripsi dengan Microsoft Office 2019 dan Visual Studio 2019 Bajakan, apakah skripsi dan hasil penelitian saya akan berkah? hmmm mari biarkan tuhan menilainya juga, namun berkaitan dengan nomer kedua, maka tentu saja Insyaallah jika menggunakan barang non curian alias bajakan, semuanya akan berkah 😊.


4#. Mendukung Open Source

Karena saya adalah pengguna linux juga, alhamdulilah saya sudah terbiasa dengan berbagai produk opern source, misalkan saja GIMP dan Davinci Resolve yang saya jadikan pengganti dari Adobe Photoshop dan Adobe Premiere, selain fungsinya sama, menggunakan produk Open Source itu bisa dibilang sekaligus mendukung pengembangan kedepannya, ya misalkan jika ada masalah kita bisa menghubungi developernya dan memberikan report terkait masalah yang dialami.


5#. Menghilangkan Ketagihan Software Bajakan

Jujur saja, kadang saya ingin banget buat instal Adobe Photoshop dan ngulik lagi, namun saya tetap akan konsisten untuk tidak menggunakan lisensi bajakan, saya akan terus belajar untuk menghilangkan ketergantungan dari software ilegal, dan alhamdulilah selama hampir 1 bulan ini, perlahan ketagihan tersebut mulai hilang. 😁


Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas, alhamdulilah, selama 1 bulan ini saya tidak menggunakan software bajakan sekalipun pada Windows 10 Pro yang saya gunakan, bahkan benar benar minimalis banget deh, Disini saya hanya menginstal beberapa software yang menjadi penunjang kebutuhan saya sehari hari, misalkan saja Office, Vlc, Dll. 


Bahkan hanya ada 26 aplikasi yang saya instal, termasuk Driver dan lainnya. Miniamlis banget deh, sesuai dengan artikel saya yang berjudul Tips Minimalis Windows 10, yang saat ini sudah masuk ke Edisi kelima.

Terima kasih telah membaca pengalaman saya, silahkan komentar dibawah jika ingin sharing dan berbagi hal lainnya.

0 Response to "Akhirnya Saya Berhenti Menggunakan Software Bajakan!"

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel