Banjir Informasi dan Dampak Negatifnya (Productivity Hack Part 4)

Setiap hari kita menerima serbuan informasi dari berbagai sosial media, setiap hari banyak buku terbit, setiap hari kita melihat ribuan komentar dari berbagai sosial media. Bukankah terlihat mengerikan?

Banjir informasi tersebut, diiringi dengan tercampurnya antara informasi berkualitas tinggi maupun berkualitas rendah, belum lagi hoax yang sudah bertebaran dimana-mana. Kita pun jadi sulit membedakan mana informasi berkualitas tinggi ataupun informasi berkualitas rendah.

Bila kita tidak memilah-milah, otak kita akan mengalami cognitive overload. Otak dipenuhi informasi dan data, sehingga kita menjadi kewalahan dan kebingunan. Kita tidak bisa membedakan mana informasi yang esensial mana yang tidak.

Disisi lain, akses ke berbagai pengetahuan terbuka lebar, dimulai dari mudahnya kita mendapatkan pengetahuan baru dengan bantuan google. Kita mudah mempelajari ilmu baru dengan Youtube. Akibatnya kita tergoda untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya, bahkan kita tergoda menimbun informasi. Berapa banyak kita mengoleksi e-book? Berapa banyak kita membeli buku namun hanya sedikit yang dibaca?

 Kita merasa produktif dengan menyerap berbagai informasi. Pada akhirnya, kita tidak melakukan apa-apa dengan informasi yang telah kita miliki, padahal informasi takkan berguna jika kita sendiri tidak menindaklanjuti dan menerapkannya.

Ketika informasi terlalu banyak didapat, kita menjadi kehilangan fokus, terlalu banyak yang perlu diperhatikan, terlalu banyak yang harus direspon. Akibatnya, sangat sedikit tugas yang terselesaikan.

Kita pun sibuk dengan informasi yang berkualitas rendah dari sosial media, namun kita lupa dengan informasi berkualitas tinggi dari buku.

Lalu, apa solusinya?
Seorang konsultan produktivitas bernama Jerry Michalski, menjawabnya dengan satu kalimat ampuh "Anda perlu seutuhnya melepaskan kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu".

Sumber : Akurat.co


Bagaimana praktiknya? Ada 3 hal utama yang perlu dilakukan.

Pertama, batasi jumlah expert atau guru yang kita ikuti.


Sarah Peterson, seorang blogger profesional menyarankan untuk membatasi jumlah expert. Terlalu banyak expert yang kita ikuti membuat kita bingung, banyak pertentangan dalam otak kita ketika kita menemukan satu expert dengan expert lainnya berbeda pendapat. Akhirnya kita tidak melakukan apa-apa.

Kedua, berhenti menimbun informasi


Jangan terlalu mudah tergoda untuk mempelajari sesuatu yang baru, pengetahuan akan tetap menjadi pengetahuan sampai kita sendiri benar-benar menerapkannya.

Ketiga, batasi penggunaan media sosial


Cal Newport, penulis buku Deep Work, menyarankan, batasi penggunaan media sosial. Karena media sosial merupakan pencuri waktu dan atensi terbesar. Jika waktu kita habis hanya untuk mengecek media sosial, kita tidak punya waktu dan atensi untuk melakukan sesuatu lebih penting dalam hidup kita.

Sumber : 80 Inspirasi Untuk Mendongkrak Produktifitas Pribadi (Productivity Hack).

0 Response to "Banjir Informasi dan Dampak Negatifnya (Productivity Hack Part 4)"

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel