Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Beralih dari Evernote ke OneNote

Dalam mengelola catatan, project dan hal penting lainnya, saya sebelumnya menggunakan Simple Note, namun karena dirasa kurang cukup karena fitur yang diberikannya kurang mantap, maka saya kembali beralih ke Evernote, sebuah layanan pengelola catatan yang sudah saya coba sejak tahun 2013 lalu. 

Namun nih, karena alasan saya yang hanya menggunakan akun Basic, jadi ada beberapa batasan yang dalam pengguna Evernote, salah satunya adalah jumlah maksimal Storage yang hanya 60 MB, dan batasan lain yang cukup merepotkan, ya meskipun memang saya tidak pernah mencatat sesuatu yang berukuran sangat besar karena catatan super panjang biasanya saya catat di Microsoft Word, namun batasan tetaplah batasan, sehingga saya kurang suka dengan hal itu. 

Nah kemudian, teringatlah saya pada OneNote, layanan dari Microsoft yang storagenya terbatas dengan berapa banyak OneDrive yang kita miliki, selain itu aplikasinya sendiri sudah Preinstalled di Windows 10 PC, sehingga ya tidak usah lagi ribet install lagi. 

Dan sejak beberapa hari lalu, pada akhirnya saya memutuskan kembali bermigrasi dari Evernote ke OneNote, dengan beberapa hal yang ternyata saya lebih suka dibandingkan Evernote yang sebelumnya saya gunakan, nah berikut sedikit ulasan singkat saya akan peralihan dari Evernote ke OneNote. 

Kelebihan OneNote

Salah satu yang saya suka adalah bagian Section-nya yang lebih berwarna, dimana kita bisa set warna masing masing untuk kategori yang kita buat. Untuk Evernote sendiri sebenarnya fungsi yang sama hadir juga disana, dimana kita bisa membuat Tag dan mengatur catatan dengan mudah, hanya saja tidak ada opsi keren dengan mengubah warna kategori di Evernote. 



Nah selain itu, di OneNote yang paling saya suka adalah adanya Opsi Draw yang mana dengan itu kita bisa curat coret apa yang sekiranya penting untuk catatan kita, misalkan membuat highlight, membuat catatan tangan dan hal lain yang dapat kamu gunakan dengan fitur tersebut. 

Fitur tersebut, tentu sangat maksimal jika digunakan di perangkat Tablet atau perangkat Touchscreen, apalagi jika sudah tersedia pen seperti perangkat Surface. 


Selain itu, tentu yang saya suka dari OneNote ini fiturnya bisa dibilang lebih lengkap dibandingkan Evernote, sebut saja Translate, Dictate, Immersive Reader, dan opsi lain yang cukup bermanfaat untuk membuat jadwal, dan lainnya. 

Bisa dibilang sih, OneNote memiliki segudang fitur pelengkap yang tidak dimiliki Evernote, termasuk ukuran Storage yang cukup besar karena mengandalkan OneDrive yang defaultnya diberikan 5 GB. Dan karena saya masih berlangganan 100 GB OneDrive, wah jelas mau berapa ratus ribu catatanpun tetap bakalan muat disana. 

Tampilan Minimalis dan Keren

Jika dibandingkan dengan Evernote, setelah saya mencoba menggunakan OneNote, jelas yang paling saya suka adalah tampilannya, karena benar benar Minimalist dengan gaya Interface khas Windows 10, dan karena saya adalah pecinta Windows 10, tentu saya sangat suka. 


Minimalist yang dimaksud adalah, pada bagian Sidebarnya tidak berantakan seperti Evernote (silahkan kamu lihat gambar Evernote diatas), lalu pada bagian Menu diatas juga cukup rapi dengan gaya khas Microsoft Office, jadi siapa yang enggak suka. 

Tersedia Di Android dan IOS

Karena untuk sekarang saya masih menggunakan perangkat Mobile Android untuk keperluan komunikasi, melakukan instalasi OneNote tentu adalah sebuah kewajiban bagi saya, dan beruntungnya OneNote sudah tersedia di Play Store secara gratis, dan menariknya, fitur yang disediakan kurang lebih sama seperti apa yang hadir di Windows 10. 

Salah satu yang paling saya suka tentu saja tampilannya yang minimalist, dan tersedianya/ tersinkronisasinya dengan Sticky Notes di Windows 10 dan Outlook, jadi ini mantep banget. 

OneNote itu Gratis!

Nah siapa yang tidak suka dengan yang gratisan, dibandingkan dengan Evernote yang mengandalkan akun Basic yang terbatas, tentu saya akan memilih sesuatu yang full dan gratis, OneNote kebetulan menyediakan fitur itu dan tidak ada batasan Free atau Premium, karena semuanya sama. 


Nah bisa dilihat kan pada gambar diatas, langganan Evernote cukup mahal, untuk versi Premiumnya, kita harus mengeluarkan setidaknya Rp82500 perbulannya itupun batas Storage catatan hanya 200MB, dan OneNote, gratis dong.

Kekurangan OneNote?

Sampai sekarang, paling kekurangan yang terasa bagi saya adalah ukuran aplikasi OneNote yang terlalu besar di Android, jika Evernote hanya menggunakan sekitar 150MB Storage, OneNote bisa menggunakan Storage hingga 250MB, dan itu cukup memberatkan, ya meskipun ukuran Storage perangkat saya masih banyak tetap saja itu terlalu besar kan?. 

Selain itu, saya rasa tidak ada kekurangan lain yang terasa, baik itu proses sinkronisasi yang cepat, performa aplikasi yang mantap, kestabilan dan keamanan yang cukup juga, ya intinya sih cukup memuaskan. 

Saya sendiri sampai bingung, kenapa tidak dari dulu saya pake OneNote saja. Nah sekian cerita saya kali ini dalam perpindahan dan ulasan singkat OneNote, semoga bermanfaat. 

Terima kasih dan sampai jumpa di artikel selanjutnya. 

Tag : My Note
Gylang Satria
Gylang Satria Pengguna Nokia 6.1 Plus, Elementary OS, dan Windows 10 | Part of WinPoin . Pengen ngobrol seputar Windows dan Linux? hubungi saya via Twitter @gylang_satria.

Post a Comment for "Beralih dari Evernote ke OneNote"