Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cegah Rasisme, Para Raksasa Teknologi Ubah Sebagian Penamaannya!


Masih berkaitan dengan apa yang baru saja saya tulis pada halaman Windows Portal Indonesia, tampaknya saya sedikit tertarik untuk menulis hal ini lebih dalam, mengenai raksasa teknologi vs rasisme yang kini masih banyak terjadi tanpa kita sadari. 

Master/Slave di Mode Kamera

Seperti kita tahu, masalah rasisme untuk saat ini masih bisa dibilang ada, entah itu melihat perbedaan warna kulit, perbedaan ras seperti asia, eropa, afrika dan lainnya, atau perbedaan hal lain yang memang pada dasarnya sangat tidak adil atau memihak salah satu pihak tertentu, contohnya saja kasus kematian George Floyd yang juga memicu protest “Black Lives Matter“ yang sempat menghebohkan dunia. 

Bagaimana tidak, George Floyd seorang pria paruh baya berumur 46 tahun ditembak dan dibunuh oleh seolah polisi dengan cara yang cukup mengerikan. Dan terkait hal tersebut,  protest “Black Lives Matter“ ternyata mempercepat perubahan beberapa hal dalam dunia teknologi, bahkan beberapa perubahan besar seperti Microsoft, Google dan Firefox baru baru ini dikabarkan mengubah penamaan lama seperti Master/ Slave menjadi sesuatu yang baru. 

Dilansir dari CNET, beberapa perubahan nama tersebut mencakup diantaranya : 

  • Whitelist menjadi allowlist.
  • Blacklist menjadi denylist/blocklist.
  • Master/slave menjadi leader/follower, primary/replica atau primary/standby.
  • Grandfathered menjadi legacy status.
  • Gendered pronouns (contoh “guys”) menjadi folks, people, you all, y’all.
  • Gendered pronouns (contoh “he” atau “his”) menjadi they atau their.
  • Man hours menjadi person hours atau engineer hours.
  • Sanity check menjadi quick check, confidence check atau coherence check.
  • Dummy value menjadi placeholder value atau sample value.

Sebut saja Google Chrome yang kini tidak lagi menggunakan kata Whitelist dan Blacklist dan mengubahnya menjadi Allowlist dan Blocklist, GitHub mengubah Master/slave dengan kebijakan lain dan Firefox yang juga mengubah Master Password menjadi Primary Password. 

Hal ini tanpa kita sadari telah berlangsung sejak lama, sebut saja pada tahun 2018 Python mengubah penamaan Master/Slave, Drupal juga mengubahnya juga menjadi Primary/Replica, dan beberapa hal dalam teknologi lain yang mengubah Master dan Slave menjadi sesuatu yang jauh dari kata rasisme dan perbudakan. 

Tampak Sulit Untuk Dirubah, Tapi Bisa!

Hal ini memang cukup sulit untuk dilakukan, setelah bertahun tahun kita mendengar kata Master/Slave dalam dunia computer equipment, seperti Programming misalnya, kita harus tiba tiba mengubah semuanya, baik apa yang tertulis dan apa yang terucap. 

Namun tentu semakin lama waktu terus berjalan, dan semakin banyak perusahaan besar mengimplementasikan hal yang sama, kita secara perlahan akan mampu mengikuti hal tersebut dan mungkin akan mulai melupakan istilah lama dalam dunia computer equipment menjadi sesuatu yang baru tanpa mengubah fungsinya. 

Nah terkait hal ini, kedepannya kita mungkin tidak akan lagi melihat label Master / Slave, Blacklist/Whitelist pada perangkat lunak apapun, dalam bahasa pemrograman atau dalam dunia computer equipment lainnya.

Referensi : CNET
Gylang Satria
Gylang Satria Part of WinPoin . Don't forget to follow my Twitter @gylang_satria. Also, you can visit my other blog at www.gylang.my.id

Post a Comment for "Cegah Rasisme, Para Raksasa Teknologi Ubah Sebagian Penamaannya!"